Manchester City hanya pernah memiliki dua peraih Ballon d'Or。Salah satunya adalah George Weah yang berusia 34 tahun, yang hanya bermain 9 kali untuk tim sebelum menghilang。Namun yang lain, Rodri, mencetak gol kemenangan dan terpilih sebagai pemain terbaik di final Liga Champions musim 2022/23, membantu tim meraih gelar Liga Champions pertama mereka。Di antara 25 pemain skuad peraih treble itu, hanya dia yang mencapai prestasi ini.

Prestasi gelandang Spanyol ini jauh melampaui itu。Rodri memimpin tim nasionalnya meraih Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka musim panas ini, dan terpilih sebagai pemain terbaik turnamen; sebelumnya ia telah mengangkat trofi Euro 2024 sebagai kapten dan memenangkan MVP turnamen。Dengan Ballon d'Or 2024 – yang merupakan penghargaan langka bagi pemain non-penyerang sejak tahun 2000, selain Fabio Cannavaro dan Luka Modric – penghargaan individu Rodri telah mencapai puncaknya。Dan rekor klubnya juga luar biasa: empat gelar Premier League berturut-turut, dua Piala FA, tiga Piala Liga, dan gol kemenangan melawan Inter Milan di final Liga Champions 2023, semuanya telah memperkuat status legendarisnya.
Dampak Rodri terlihat jelas dalam rekor Manchester City。Di musim 2023/24, ia hanya kalah satu kali dalam 75 pertandingan (final Piala FA melawan Manchester United), dan ketika ia absen dalam empat pertandingan liga karena skorsing, City kalah di semua pertandingan。Klub menghabiskan banyak uang untuk mendatangkan pengganti seperti Kalvin Phillips dan Mateo Kovacic, tetapi tidak ada yang bisa mengisi kekosongan secara konsisten。Keharusan inilah yang menjadi nilai inti yang membedakannya.
Secara keseluruhan, Kevin de Bruyne mungkin masih menjadi pemain terhebat dalam sejarah klub Manchester City, tetapi riwayat Rodri mungkin lebih bersinar di panggung internasional. Dia menjadi pemain ketujuh dalam sejarah yang secara bersamaan memenangkan Piala Dunia, Ballon d'Or, Liga Champions, dan Kejuaraan Eropa/Copa America, disejajarkan dengan legenda seperti Franz Beckenbauer, Zinedine Zidane, dan Lionel Messi。Lebih penting lagi, sebagai gelandang bertahan, ia telah menggulingkan stereotip 'penjaga air' posisi ini, menggunakan efisiensi dan stabilitas ekstrem untuk membuat penguasaan bola dan tekel murni menjadi 'modis'。Rodri bukan hanya fondasi Manchester City, tetapi juga salah satu gelandang bertahan terhebat dalam sejarah Premier League dan bahkan sepak bola dunia.
Prestasi gelandang Spanyol ini jauh melampaui itu。Rodri memimpin tim nasionalnya meraih Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka musim panas ini, dan terpilih sebagai pemain terbaik turnamen; sebelumnya ia telah mengangkat trofi Euro 2024 sebagai kapten dan memenangkan MVP turnamen。Dengan Ballon d'Or 2024 – yang merupakan penghargaan langka bagi pemain non-penyerang sejak tahun 2000, selain Fabio Cannavaro dan Luka Modric – penghargaan individu Rodri telah mencapai puncaknya。Dan rekor klubnya juga luar biasa: empat gelar Premier League berturut-turut, dua Piala FA, tiga Piala Liga, dan gol kemenangan melawan Inter Milan di final Liga Champions 2023, semuanya telah memperkuat status legendarisnya.
Dampak Rodri terlihat jelas dalam rekor Manchester City。Di musim 2023/24, ia hanya kalah satu kali dalam 75 pertandingan (final Piala FA melawan Manchester United), dan ketika ia absen dalam empat pertandingan liga karena skorsing, City kalah di semua pertandingan。Klub menghabiskan banyak uang untuk mendatangkan pengganti seperti Kalvin Phillips dan Mateo Kovacic, tetapi tidak ada yang bisa mengisi kekosongan secara konsisten。Keharusan inilah yang menjadi nilai inti yang membedakannya.
Secara keseluruhan, Kevin de Bruyne mungkin masih menjadi pemain terhebat dalam sejarah klub Manchester City, tetapi riwayat Rodri mungkin lebih bersinar di panggung internasional. Dia menjadi pemain ketujuh dalam sejarah yang secara bersamaan memenangkan Piala Dunia, Ballon d'Or, Liga Champions, dan Kejuaraan Eropa/Copa America, disejajarkan dengan legenda seperti Franz Beckenbauer, Zinedine Zidane, dan Lionel Messi。Lebih penting lagi, sebagai gelandang bertahan, ia telah menggulingkan stereotip 'penjaga air' posisi ini, menggunakan efisiensi dan stabilitas ekstrem untuk membuat penguasaan bola dan tekel murni menjadi 'modis'。Rodri bukan hanya fondasi Manchester City, tetapi juga salah satu gelandang bertahan terhebat dalam sejarah Premier League dan bahkan sepak bola dunia.